Minggu, 30 April 2017

Masa Kaum Abbasiyah


A. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN/PERADABAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYAH SOSIAL KEMASYARAKATAN DAN EKONOMI.

1. Dalam Bidang Sosial dan Kemasyarakatan
Selama masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah (750-1258 M). Telah mengalami banyak perkembangan dan kemajuan, maupun di bidang sosial kemasyarakatan maupun kemajuan di bidang sosial budaya.
Kemajuan di bidang sosial kemasyarakatan yang terjadi anatara lain munculnya berbagai kelompok dalam masyarakat yang semakin heterogen baik suku, bangsa, etnis, agama, dan bebagai unsur warga negara. Keberagaman ini dapat dikelola sebagai potensi yang besar untuk berlomba dan berjuang dalam satu kesatuan islam membangun dan memajukan Dinasti Abbasiyah. Munculnya kelompok masyarakat pada masa Dinasti Abbasiyah terbagi dalam beberapa kelas:
a. Kaum muslim arab
b. Kaum muslim non-arab (Mawali)
c. Kaum zimmi

Beberapa kelas tersebut memiliki persamaan hak sebagai warga negara. Beberapa golongan kaum muslim non-arab bahkan memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah. Mereka adalah keluarga Barmak, Dinasti Buwaiyah, dan Dianti Saljuk.
Seiring perkembangan islam di beberapa wilayah baru, wilayah tersebut tidak hanya terislamkan tetapi juga terarabkan. Beberapa wilayah yang terarabkan tersebut diantaranya: Mesir, Suriah, Palestina, Persia, Aljazair, dan Maroko.

2. Dalam bidang ekonomi.
Dalam bidang ekonomi, kesejahteraan seluruh rakyat Abbasiyah menjadi prioritas utama bagi para pemimpin Dinasti tersebut dalam melaksanakan kekuasaannya, terutama di periode awal perjalanan kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Khalifah Al-Mansur merupakan tokoh utama peletak dasar ekonomi Abbasiyah seperti :

a. Dalam sektor pertanian
telah dibangun banyak bendungan dan kanal-kanal irigasi dan terusan, contohnya pada masa Harun Ar-Rasyid. Istri khalifah, Zubaidah membangun sebuah bendungan dan terusan yang dapat mengalirkan air ke pemukiman penduduk terutama daerah yang sering dilanda musim kemarau. Menjadikan dua kota suci itu menjadi sejahtera, tanahnya subur dan makmur. Untuk mengenang jasa permaisuri itu, bendungan itu diberi nama Bendungan Zubaidah.

b. Dalam sektor perdagangan
Perekonomian warga Abbasiyah umumnya meningkat mulai pada zaman pemerintahan Al-Mahdi. Dengan peningkatan sektor pertanian dan hasil tambang dan hubungan luar negeri antara daulah Abbasiyah dan kerajaan-kerajaan lain telah meningkat dalam sektor perdagangan. Basrah menjadi pelabuhan penting sebagai tempat dagang transit antar timur dan barat.

c. Dalam sektor perindustrian.
Banyak kota-kota yang dibangun sebagai pusat-pusat industri, Basrah sebagaipusat industri gelas dan sabun; Kuffah, industri tekstil; Khazakstan, industri sutra; Damaskus industri pakaian jadi dan sutra bersulam, dan Syam sebagai pusat industri keramik dan gelas berukir.

B. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN/PERADABAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYAH DALAM BIDANG ILMU PENGETAHUAN DAN FILSAFAT.

Masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah merupakan kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada zaman ini umat islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya.

Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah, selain perhatian khalifah yang sangat besar juga disebabkan oleh:
1. Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa lainnya yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan filsafat.
2. Gerakan penerjemahan berbagai ilmu pengetahuan dari bahasa asing kedalam bahasa arab di masa khalifah Al-Mansur, dengan dibentuknya dewan penerjemahan bahasa latin.

Pada zaman pemerintahan Dinasti Abbasiyah, proses pengalihan ilmu pengetahuan dilakukan denagn cara menerjemahkan berbagai buku karangan bangsa-bangsa terdahulu, seperti buku-buku karya bangsa-bangsa Yunani, Persia, serta sumber dari berbagai naskah yang ada di kawasan timur tengah dan Afrika seperti, Mesopotania, dan Mesir.

Diantara para ahli yang berperan dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan adalah kelompok Mawali atau orang-orang non-arab, seperti orang Persia. Pada masa itu pusat kajian ilmiah terdapat di mesjid-mesjid, misalnya mesjid Basrah. Di mesjid ini terdapat kelompok studi yang disebut Halaqah al-jadl, Halaqah al-fiqh, halaqah al-tafsir wal Hadits, halaqah al-Riyadiyat, dan lain-lain.

Pada masa pemerintahan Harun Ar-Rsyid, didirikanlah lembaga ilmu pendidikan yang formal seperti Madrasah, Kuttab, Masjid, Majelis Munadarah, dan Darul Hikmah. Darul Hikmah menjadi pusat ilmu pengetahuan, sehingga melahirkan para ilmuwan dari berbagai cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga membawa kejayaan Dinasti Abbasiyah dan mencapai puncak keemasan.
Beberapa sastrawan dan budayawan yang muncul pada masa Dinasti Abbasiyah:
a. Umar Khayam
b. Az-Zamakhsyari
c. Al-Qusyari
d. An-Nafisi
e. Ibnu Maskawaith
f. Al-Kindi

C. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN/PERADABAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYAH DALAM BIDANG POLITIK PEMERINTAHAN DAN MILITER.

1. Dalam Pemerintahan
Dalam bidang pemerintahan, para khalifah Abbasiyah telah mampu menciptakan sistem biokrasi pemerintahn modern seperti dibentuknya semua unsur kelembagaan negara dan administrasi negara yang ditata dengan rapi. Contohnya:
a. Pengangkatan wazir atau perdana menteri.
b. Pembentukan sekretariat negara(Diwanul Kitabah).
c. Pembentukan departemen sebagai lembaga pembantu perdana menteri.
d. Pengangkatan gubernur(Amir).
e. Pengangkatan angkatan bersenjata.
f. Pembentukan Baitul Mal dan lembaga kas negara.
g. Pembentukan Mahkamah Agung

2. Dalam Bidang Politik dan Militer
Dinasti Abbasiyah banyak dipengaruhi oleh kaum Alawiyin yang beraliran Syiah serta kaum Mawali disetiap periode. Mereka menempuh jalur politik yang berbeda sesuai dengan zaman kepemimpinan para khalifah tersebut. Seperti, pada periode Abbasiyah I dipengaruhi oleh orang Persia I. Periode ini disebut dengan periode keemasan yang dipipin okeh 9 orang khalifah dalam kurun waktu 97 tahun. Puncak kepopularitas Abbasiyah pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid dan Al-Makmum.

Periode awal kebijakan politik yang ditempuh oleh Dinasti Abbasiyah yaitu memberikan landasan bagi pemerintahan yang tangguh dalam mempertahankan kekuasaan ditangan keturunan Bani Abbas.
Usaha-usaha dalam mempertahankan kekuasaannya yaitu:
a. Menumpas habis keturunan Umayyah.
b. Memindahkan ibukota Al-Hasimiyah ke kota Bagdadh.
c. Khalifah Al-Mansur membunuh Abu Muslim Al-Khurasani.
d. Menumpas berbagai pemberontakan yang terjadi.

Diantara gerakan-gerakan yang memberontak terhadap kekuasaan Dinati Abbasiyah, yaitu:
a. Gerakan kelompok Al-Rawandiyah.
b. Gerakan kelompok Al-Muqanniyah.
c. Gerakan kelompok Al-Khuramy.
d. Gerakan kelompok Az-Zanadiqah.

Periode Abbasiyah II berlangsung selama 99 tahun dipimpin oleh 13 orang khalifah. Periode ini bisa dikatakan sebagaimana orang-orang Turki berpengaruh sangt kuat, sehingga mereka berhasil menduduki jabatan-jabatan penting di bidang pemerintahan dan militer, mereka berkuasa setelah Khalifa Al-Mutawakkil. Karena semakin lemahnya Dinasti Abbasiyah, maka banyak daerah-daerah kecil yang melepaskan diri dari kekuasaan Dinasti Abbasiyah.

Periode Abbasiyah III disebut juga periode pengaruh Persia kedua. Disebut demikian karena pada waktu itu sebuah golongan dari bangsa Persia berperan penting dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah, yaitu Dinasti Buwaihi. Dinasti yang dibangun oleh tiga orang beraudara, yaitu Hasan bin Buwaihi, Ali bin Buwaihi, dan Ahmad bin Buwaihi di sebelah barat laut Iran.pada permulaan abat ke 10 M, meskipun Dinasti Abasiyah dibawah kekuasaan Bani Buwaihi yang beraliran Syiah mereka berhasil menekan khalifa dan menjadikan Ali bin Buwaihi sebagai panglima besar, sejak itu para khalifa tidak mampu berbuat banyak untuk mempertahankan kedaulatan negara, akan tetapi Ilmu Pengetahuan terusmengalami kemajuan.

Periode IV ini berlangsung sekitar 164 tahun dan disebut juga periode pengaruh Turki kedua. Disebut demikian karena pada waktu itu sebuah golongan dari bangsa Turki berperan penting dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah, yakni Dinasti Saljuk.

Selama periode ini mereka berhasil mengambil alih kekuasaan para khalifa. Para khalifa hanya diperkenankan mengurus masalah agama. Dinasti ini berakhir setelah pasukan mongol memporak porandakan kota Baghdad pada tahun 656H/1258M.

D. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN/PERADABAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYAH DALAM BIDANG SENI BUDAYA DAN ARSITEKTUR.

Daulah Abbasiyah yang berlangsung 5.5 abad secara politis bisa dikatakan hanya mampu bisa mendirikan selama satu abad yaitu selama periode I. tetapi dalam bidang ilmu pengetahuan, seni budaya dan arsitektur terus mengalami pertumbuhan. Itu disebabkan karena para khalifah lebih berorientasi pada perluasan wilayah kekuasaan.

Para khalifah Abbasiyah tidak segan-segan mendatangkan para arsitek dari luar negeri untuk membangun dan mengajarkan ilmunya kepada orang-orang Abbasiyah. Pada masa Khalifah Al-Mansur telah dibangun kota Baghdad yang berbentuk bundar di tengahnya dibangun istana Al-Qasr Az-Zahabi dan masjid Al-Manshur yang melambangkan kemegahan dan keindahan kota Baghdad.
Diantara bidang seni dan budaya yang berkembang ialah:

1. Arsitektur.
Khalifah Abbasiyah sangat menyukai seni arsitektur untuk keperluan membangun sebuah gedung, misalnya mesjid, istana, madrasah, perkantoran, dan sebagainya. Mereka tidak segan-segan mendatangkan arsitek dari luar Abbasiyah.
Perkembangan kebudayaan pada masa Dinasti Abbasiyah juga tercermin pada beberapa peninggalan bangunadin-bangunan bersejarah, seperti masjid. Beberapa masjid yang dibangun da masa Dinasti Abbasiyah adalah:
· Masjid Jami’ Al-Mansur
· Masjid Raya Ar-Risyalah
· Masjid Jami’ Qasr Al-Khilafah
· Masjid Qati’ah Umm Ja’far
· Masjid Kufah
· Masjid Raya Samarra
· Masjid Agung Isfahan
· Masjid Talkhatan Baba
· Masjid Alauddin Kaikobat

2. Seni tata kota.
Istana emas yang berada di tengah kota Baghdad, yang melambangkan kemegahan dan keindahan kota Baghdad. Seni bangunan berkembang juga membuat kota Bagdad menjadi kota metropolitan yang megah dan indah. Keindahannya mengagumkan dunia, sehingga dijuluki Alful Lailah Wal Lailah (Seribu satu malam), dan juga dibangun kota satelit sebagai penyangga kota Bagdad. Kota Samara, Dibangun pada masa khalifah Al-Muhtasim Billlah. Samara termasuk kota yang dibangun dengan nilai seni dan tata kota yang tinggi.

3. Seni sastra
Pada masa Abbasiyah, dunia sastra mengalami kemajuan. Kota baghdad dikenal sebagai pusat sastrawan dan penyair. Diantara penyair dan sastrawan yang terkenal:
a. Abu Atahiyah
b. Abu Nawas
c. Abu Tamam
d. Al-Buhtury
e. Al-Mutanabbi

4. Seni suara dan seni musik.

a. Seni suara dan musik juga mengalami kemajuan. Pada umumnya khalifah Abbasiyah menyukai musik dan lagu yang diciptakan oleh para tokoh terkenal, seperti:
· Al-Farabi
· Az-Zuman
· Az-Zalah

b. Dan khalifah Hakam II, yang pernah menciptakan alat musik tiup yang diberi nama BUQ.
























Sumber : khairaalfatih.blogspot.co.id/

Lembaga Agama

Pengertian Lembaga Agama
Lembaga agama merupakan lembaga yang mengatur kehidupan manusia atau tingkah laku dalam kaitannya dengan kehidupan beragama.Lembaga agama mempunyai fungsi, dan di Indonesia memiliki banyak lembaga agama. Untuk lebih jelas nya mari kita simak ulasan dibawah berikut.



Pengertian Lembaga Agama

Lembaga agama merupakan organisasi yang dibentuk oleh umat beragama dengan maksud untuk memajukan suatu kepentingan hidup beragama yang ada didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tujuannya adalah untuk menigkatkan kualitas hidup beragama setiap umat.

Fungsi-fungsi Lembaga Agama 


  • Sebagai pedoman hidup
  • Sumber kebenaran
  • Pengatur tata cara hubungan antara manusia sama manusia dan manusia dengan Tuhan 
  • Tuntuyan prinsip benar dan salah
  • Pedoman pengungkapan perasaan persaudaraan didalam suatu agama diwajibkan berbuat baik terhadap sesama manusia.
  • Pedoman keyakinan manusia melakukan perbuatan baik harus selalu disertai dengan suatu keyakinan bahwa perbuatannya adalah kewajiban dari Tuhan dan yakin perbuatannya itu akan mendapatkan pahala, walaupun perbuatnnya sekecil apapun.
  • Pedoman Keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup didunia merupakan ciptaan tuhan.
  • Pengungkapan perasaan nilai estetika manusia cenderung menyukai keindahan karena keindahan merupakan bagian dari jiwa manusia.
  • Pedoman buat rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar kaidah-kaidah agama.

Macam-Macam Lembaga Agama di Indonesia


  • Islam : Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Kristen : Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)
  • Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
  • Hindu : Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
  • Buddha : Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)
  • Khonghucu : Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin)


Itulah penjelasan tentang Pengertian, Fungsi Lembaga Agama, dan Macam-Macam Lembaga Agama di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi pembaca. sekian dan terimakasih.
















Sumber : www.seputarilmu.com/

Sabtu, 29 April 2017

Daftar Negara-negara Asia Tenggara beserta ibukotanya

     Negara-negara yang terletak di Asia Tenggara terdiri dari 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar dan Timor Leste. Dari ke 11 Negara itu hanya Timor Leste yang belum menjadi anggota ASEAN yakni sebuah organisasi yang mewadahi hubungan kerjasama antar negara- negara Asia Tenggara. 
Berikut ini daftar selengkapnya negara-negara Asia Tenggara beserta ibukota dan beberapa keterangan lainnya:

1. Indonesia 
Ibukota: Jakarta
Luas Wilayah: 1,904,569 km persegi
Jumlah Penduduk: 237,556,363 jiwa (2010)
Mata Uang: Rupiah (IDR)
Bahasa: Indonesia.

2. Malaysia
Ibukota: Kuala Lumpur
Luas Wilayah: 329,847 km persegi
Jumlah Penduduk: 27,565,821 jiwa (2010)
Mata Uang: Ringgit Malaysia (MYR)
Bahasa: Melayu.

3. Thailand
Ibukota: Bangkok
Luas Wilayah: 513,115 km persegi
Jumlah Penduduk: 66,720,153 jiwa (2011)
Mata Uang: Baht Thai (THB)
Bahasa: Thai.

4. Singapura
Ibukota: Singapura
Luas Wilayah: 707,1 km persegi
Jumlah Penduduk: 5,076,700 jiwa (2010)
Mata Uang: Dolar Singapura (SGD)
Bahasa: Melayu, Mandarin, Inggris dan Tamil.

5. Filipina 
Ibukota: Manila
Luas Wilayah: 300.000 km persegi
Jumlah Penduduk: 101,833,938 jiwa (2011)
Mata Uang: Peso (PHP)
Bahasa: Tagalog dan Inggris.

6. Brunei Darussalam 
Ibukota: Bandar Seri Begawan
Luas Wilayah: 5,765 km persegi
Jumlah Penduduk: 401,890 jiwa (2011)
Mata Uang: Dolar Brunei (BND)
Bahasa: Melayu.

7. Vietnam
Ibukota: Hanoi
Luas Wilayah: 331,690 km persegi
Jumlah Penduduk: 85,846,997 (2009)
Mata Uang: Bong Vietnam (VND)
Bahasa: Vietnam.

8. Kamboja
Ibukota: Phnom Penh
Luas Wilayah: 181,035 km persegi
Jumlah Penduduk: 13,388,910 jiwa (2008)
Mata Uang: Riel Kamboja (KHR)
Bahasa: Khmer.

9. Laos
Ibukota: Vientiane
Luas Wilayah: 236,800 km persegi
Jumlah Penduduk: 6,477,211 (2011)
Mata Uang: Kip Lao (LAK)
Bahasa: Lao.

10. Myanmar 
Ibukota: Naypyidaw
Luas Wilayah: 676,578 km persegi
Jumlah Penduduk: 58,840,000 jiwa (2010)
Mata Uang: Kyat Myanmar (MMK)
Bahasa: Burma.

11. Timor Leste 
Ibukota: Dili
Luas Wilayah: 14,874 km persegi
Jumlah Penduduk: 1,066,409 jiwa (2010)
Mata Uang: Dolar Amerika Serikat (USD)
Bahasa: Portugis dan Tetum.































Sumber : informasi-daftar.blogspot.co.id/

Teks Diskusi beserta contoh

Pengertian Teks Diskusi
Teks diskusi adalah teks yang membicarakan atau membahas suatu topik dari brbagai aspek untuk memberikan sudut pandang, cakrawala yang berbeda dan lebih luas.

Struktur Teks Diskusi : 

  1. Isu/masalah/topik
  2. Argumen
  3. Simpulan
  • Isu, berisi pernyataan pembuka yang umumnya dimuat isu tentang topik yang akan didiskusikan. Isu dapat berupa pernyaatan umum/pernyataan tentang topik yang akan didiskusikan.
  • Argumen, argumen atau pendapat digunakan untuk mendukung atau menolak pernyataan atau pendapat dalam diskusi. Argumen ini dibagi menjadi dua,yaitu : argumen mendukung dan argumen menentang.
  • Simpulan, simpulan mengungkapkannya pendapat akhir yang dirumuskan dari serangkaian argumen yang telah dikemukakan.
Tujuan teks diskusi : 
  • Mencari kesempatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat. Diskusi yang melibatkan beberapa orang disebut diskusi kelompok.
Fungsi Teks Diskusi :
  1. Pemecahan masalah
  2. Mengembangkan pribadi, harga diri, hormat kepada sesama, berani mengatakan pendapat dan mendalami pengertian tentang suatu persoalan
  3. Memberikan sudut pandang,wawasan, cakrawala yang berbeda dan lebih luas tentang topik tertentu kepada para pendengar/peserta diskusi atau pembaca.
Jenis Teks Diskusi :
  1. Seminar
  2. Serasehan
  3. Simposium
  4. Diskusi panel
  5. Kongres
  6. Muktamar
  7. Lokakarya
Contoh Teks Diskusi :

Dampak Transportasi bagi Kehidupan Sehari-hari

  • Isu :
     Selama ini transportasi telah membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari – hari. Di era ini, transportasi telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat sehingga transportasi memiliki peran yang penting dalam kehidupan. Walaupun mereka yang tidak memiliki transportasi pribadi, mereka dapat menggunakan transportasi yang kini semakin berkembang dikhalayak luas. Transportasi membuat manusia menjadi lebih dimudahkan dalam menjalankan aktivitasnya sehari – hari. Kemudahan yang kita dapatkan itu tidak terlepas dari dampak yang ditimbulkan, baik dampak positif maupun negatif.

  • Argumen mendukung:
     Adanya transportasi banyak memberikan pengaruh positif, diantaranya memudahkan manusia untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Masyarakat yang biasanya kerja dengan lokasi yang berada jauh dari rumah, tentunya sangat menyita waktu. Tidak jarang dari mereka menyewa rumah untuk tenpat tinggal sementara. Dengan adanya kendaraan, masyarakat tidak perlu direpotkan lagi oleh hal seperti penyewaan rumah.
     Selain itu, transportasi juga dapat memperlancar kegiatan ekonomi mayarakat, karena transportasi dapat mengantarkan barang dari jarak dekat maupun jarak jauh. Anak sekolah kini banyak yang menggunakan transportasi umum untuk pergi ke sekolah dengan biaya yang lebih terjangkau daripada masyarakat umum.

  • Argumen menentang :
     Ada banyak manfaat positif yang kita dapat dari transportasi. Namun transportasi umum juga memiliki pengaruh negatif, seperti kemacetan di jalan raya. Kemacetan tersebut terjadi karena adanya pengguna jalan yang melanggar tata tertib lau lintas, seperti para supir angkutan yang menunggu penumpang di sembarang tempat yang tidak diperbolehkan untuk berhenti hal ini dapat memperparah kemacetan di jalan raya.
     Pengaruh negatif lainnya adalah kecelakaan. Terdapat banyak pengguna jalan yang melanggar tata tertib, contohnya pengguna jalan yang menerobos lampu merah dan palang pintu kereta api. Selain itu, juga ada anak dibawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor. Hal ini dapat membahayakan diri sendiri karena anak tersebut belum cukup umur dan mental yang belum matang.

  • Simpulan : 
     Untuk mencegah timbulnya pengaruh negatif dari transportasi. Di harapkan bagi semua pihak baik orang tua, pennguna jalan, maupun siswa sendiri untuk bersama – sama mencegah timbulnya pengaruh negatif dari transportasi. Selain itu, di harapkan kepada anak – anak yang belum cukup umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor apabila belum cukup umur. Juga para orang tua seharusnya meningkatkan pengawasan kepada anak anaknya agar tidak mengendarai kendaraan bermotor. Pemerintah diharapkan juga lebih tegas menetapkan peraturan lalu lintas untuk meminimalisir dampak negatif dari transportasi.


Semoga bermanfaat:)
Oke, sekian terima kasih..

Macam-macam Bacaan Mad

Pengertian Mad


   Menurut Bahasa Mad Artinya Panjang. Sedangkan Dalam Pengertian Ilmu Tajwid Mad Adalah Memanjangkan Bunyi Huruf Hijaiyah Karena Adanya Pertemuan Antara Huruf Hijaiyah Yang Berharakat Fathah Bertemu Dengan Alif Mati, Huruf Hijaiyah Berharakat Dhammah Bertemu Dengan Wau Mati, Dan Huruf Hijaiyah Berharakar Kasrah Bertemu Huruf Ya' Mati. Huruf Mad Ada Tiga Yaitu Alif, Wau, Dan Ya'.

Pembagian Mad

Secara Garis Besar Bacaan Mad Dibagi Menjadi Dua Yaitu
1). Mad Thabi'i
2). Mad Far'i

1). Mad Thabi'i (Mad Asli)
Mad thabi’i adalah bacaan huruf hijaiyah yang dipanjangkan secara biasa, atau sering disebut mad pokok (mad asli). Cara membacanya yaitu dipanjangkan satu alif (2 harakat). Disebut mad Thabi’i apabila terdapat hal-hal berikut :
1. Jika ada ا jatuh sesudah harakat fathah. Contoh : سا, ما, نا, وا, حا
2. Jika ada و jatuh sesudah harakat dhammah. Contoh : سو, مو, نو, وو, حو
3. Jika ada ي jatuh sesudah harakat kasrah. Contoh : سي, مي, ني, وي, حي

2). Mad Far'i (Cabang/Turunan)
Mad far’i adalah semua mad selain mad thabi’i, karena bersumber dari mad thabi’i maka disebut mad far’i yang mempunyai arti Mad cabang/turunan.
Adapun mad far’i ini ada 14 macam yaitu:

  • Mad Wajib Muttashil

Mad Wajib Muttashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata. Panjang bacaaanya yaitu 3 alif (6 harakat).

Contoh : والسماء , وجيء , سوء , حنفاء


  • Mad Jaiz Munfashil

Mad Jaiz Munfashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah tetapi tidak dalam satu kata. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh : يايها الذين , وما ادراك, انا اعطينا ك

  • Mad Aridl Lissukun

Mad ‘Aridl Lis Sukun adalah jika ada bacaan mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah hidup yang dibaca mati/tanda waqaf. Panjang bacaanya yaitu : 1 alif (2 harakat) atau 2 alif (4 harakat) atau 3 alif (6 harakat).
Contoh : نستعين , ينصرون
                   من فوش, الرحيم              

  • Mad Badal

Mad badal adalah apabila ada 2 buah huruf hamzah dan huruf hamzah yang pertama berharakat sedangakan huruf hamzah yang ke-2 disukun (mati), maka hamzah yang ke-2 diganti dengan :
- ا jika hamzah yang pertama berharakat fathah
- و jika hamzah yang pertama berharakat kasrah
- ي jika hamzah yang pertama berharakat dhammah
Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat)
Contoh : ﺄﺄدم menjadi ادم

  • Mad Iwadl

Mad ‘iwadl adalah apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat fathah tanwin yang dibaca waqaf diakhir kalimat. Panjang bacaanya 1 alif (2 harakat).
Contoh : غفورا رحيما dibaca غفورا رحيما
                 سميعا بصيرا dibaca سميعا بصيرا


  • Mad Layyin

Mad layyin adalah apabila ada salah satu huruf hijaiyyah yang berharakat fathah sebelum wawu sukun atau ya’ sukun.
Contoh : لاريب , من خذف
                  ليلا , اليوم                


  • Mad Lazim Mutsaqqal Harfi

Mad Lazim Mutsaqqal Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat salah satu/lebih dari huruf : ن, ق, ص, ع, ل, ي, ك, م yang bisa disingkat dengan lafal نقص عليكم. Adapun panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Mad ini juga bisa disebut dengan ( مد لازم حرفي مشبع ).
Contoh : ص ن ق الم


  • Mad Lazim Mukhaffaf Harfi

Mad Lazim Mukhaffaf Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat satu/lebih dari huruf :حي طهر yaitu ح , ي , ط , ه , ر . Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh : طه يس حم الر

  • Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi

Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bertasydid dalam satu kata. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : الطامة الصاخه ولاالضالين


  • Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bersukun. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : آلان


  • Mad Thamkin

Mad thamkin adalah apabila ada huruf yang bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan sukun. Panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat) dan penempatan bacaanya pada tasydid serta mad thabi’inya.
Contoh : حييتم عليين من النبيين


  • Mad Farqi

Mad farqi adalah bacaan panjang yang membedakan antara pertanyaan atau bukan.
Contoh : قل الله اذن لكم الذكرين حرم ام الانثيين

  • Mad Shilah Qashirah

Mad Shilah Qashirah adalah apabila ada kata ganti (ha’ dlomir) yang didahului dengan huruf yang berharakat ( ̶ )/ ( ̶ ). Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh : انه كان له ما في السموات

  • Mad Shilah Thawilah

Mad Shilah Thawilah adalah apabila ada mad shilah qashirah yang bertemu dengan hamzah. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh : ماله أخلده له الا بماشاء


Itu Saja Ulasan TentangPengertian Dan Macam Macam Mad : Ilmu Tajwid
Terimakasih ... Semoga Bermanfaat..



















Sumber :kokohnaxnetig.blogspot.co.id/

Teks Ulasan beserta contoh

Pengertian Teks Ulasan
Teks ulasan adalah teks yang berisi penilaian/komentar/tanggapan terhadap teks lain.

Stuktur Teks Ulasan : 

  1. Judul
  2. Gambaran Umum
  3. Penilaian
  4. Penafsiran
  5. Simpulan

  • Judul merupakan kepala tulisan yang nertujuan mengarahkan pikiran pembaca kepeda isi cerita.
  • Gambaran Umum atau Orientasi, memaparkan tentang gambaran umum sebuah karya atau benda yang akan diulas.
  • Penilaian, memaparkan penilaian penulis terhadap kelebihan dan kekurangan karya atau benda yang diulas. Ulasan disertai dengan ulasan dan bukti pendukung.
  • Penafsiran, memaparkan penafsiran (pandangan) penulis terhadap karya/benda yang diulas. Penafsiran tersebut berdasarkan penilaian yang dilakukan pada bagian sebelumnya.
  • Simpulan, penulis merumuskan simpulan yang ditujukan kepada pembaca terhadap karya/benda yang telah diulas. Simpulan juga bisa memaparkan rekomendasi kepada pembaca tentang layak atau tidaknya sebuah karya atau benda untuk dibaca, dinikmati, atau dimiliki.

Contoh teks ulasan : 

Identitas   : Novel Hujan Daun-daun
Judul         : Hujan Daun-daun
Penulis     : Lidya Renny Chrisnawaty,
                    Tsaki Daruchi,
                    Putra Zaman
Penerbit   : PT. Gramedia Pustaka                             Utama
Kota Tempat Terbit : Jl. Palmerah                             Barat 29- 37,Jakarta 10270
Tahun Terbit             : April 2014
Tebal Halaman         : 248 halaman

Daun-daun yang Berguguran


     Cerita ini terjadi di Jakarta,dimana saat Tania pindah bersama kakek dan neneknya. Tania adalah pemeran utama dalam novel ini yang berkuliah di UI,Depok bersama sahabatnya,Stella. Dalam novel ini,diceritakan bahwa Tania sering bermimpi aneh yang menghubungkan dengan rahasia masa lalunya. Tentang dua gadis kecil yang memakai gaun biru yang berada di antara pepohonan rindang dan daun-daun yang berguguran.
   
     Cerita ini berawal dari pindahnya Tania ke Jakarta,kisah kuliahnya bersama Stella,masa manisnya bersama Adrian,datangnya 'sosok misterius' yang mengetahui banyak hal tentang rahasia masa lalunya,cerita orang tuanya yang suram,hingga sedikit demi sedikit cerita masa lalunya yang mulai terungkap. Dalam novel ini juga diceritakan kisah berpisahnya Tania bersama saudara kembarnya,Tiana.

     Pada novel ini juga diceritakan tentang kejadian-kejadian aneh yang terjadi setiap hari ulang tahunnya diceritakan pada 29 Februari. Dan seiring ulang tahunnya yang ke-20 ini,mimpi-mimpi tentang masa lalunya yang sering menggangu tidurnya dan memaksa untuk mencari tahu kebenaran itu. Di sisi lain kakek dan neneknya yang tak pernah bercerita tentang masa lalu dan kisah orang tuanya.

     Novel yang ditulis oleh tiga orang yang berbeda ini mampu menyajikan gaya bertutur yang membuat para pembaca seolah-olah masuk ke dalam cerita ini. Meskipun cerita ini ditulis oleh tiga orang,tetapi mereka dapat mengolah cerita yang seolah-olah ini karya satu orang saja. Poin minus dari novel ini,terletak pada alur cerita yang agak terbelit-belit dan ada beberapa kata yang sulit dipahami oleh sebagian orang. Meski begitu,novel ini sangat bagus dan layak dibaca oleh para remaja.

     Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi,novel ini bener-benar buku yang sangat dibutuhkan oleh remaja negeri ini. Buku ini memberi motivasi dan semangat untuk berjuang dalam mengungkap kebenaran dan berjuang tanpa putus asa selagi kita bisa melakukannya.

Hukum Bacaan Tajwid dan contoh bacaannya

  Hukum bacaan tajwid beserta contohnya-ketika kita membaca Al quran tidaklah sama dengan membaca koran, kita di wajibkan juga untuk bisa mengenal dan memahami tanda baca dalam tiap kalimat yang ada pada Al quran. Ilmu tajwid sangat penting, karena kalau kita tidak bisa memahami ilmu jadwid ini maka kemungkinan kita salah arti sangat besar. Sebenarnya kegunaan tajwid ini adalah untuk mengetahui panjang atau pendek, melafazkan dan hukum dalam membaca al quran.



Pengertian Tajwid (تجويد)
Secara harfiah mempunyai arti melakukan sesuatu dengan baik dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid ini berasal dari kata bahasa arab yaitu ” Jawwada ” (جوّد-يجوّد-تجويدا). Tajwid dalam ilmu Qiraah mempunyai arti mengeluarkan huruf dari tempatnya dgn memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi kesimpulan dari ilmu tajwid ini adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara melafazkan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran maupun Hadist dan lainnya.

Di dalam ilmu tajwid ini terdapat beberapa istilah yang harus kita perhatikan dan kita ketahui ketika membaca Al Quran, diantaranya adalah:

  1.  Makharijul huruf yaitu tempat keluar masuknya huruf.
  2. Shifatul huruf yaitu cara melafalkan atau mengucapkan huruf 
  3.  Ahkamul huruf yaitu hubungan antara huruf.
  4.  Ahkamul maddi wal qasr yaitu panjang dan pendeknya dalam melafazkan ucapan dalam tiap ayat Al-Quran.
  5. Ahkamul waqaf wal ibtida’ yaitu mengetahui huruf yang harus mulai dibaca dan berhenti pada bacaan bila ada tanda huruf tajwid.
  6. dan Al-Khat dan Al-Utsmani

Berikut ini adalah dalil atau pernyataan shahih dari Allah SWT yang mewajibkan setiap HambaNya untuk membaca Al-Quran dengan memahami tajwid, diantaranya :

1. Dalil yang pertama di ambil dari ayat suci Al Quran. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Muzzammil (73) yang artinya adalah “Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”. Pada Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT telah memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca Al Quran yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).

2. Dalil kedua diambil dari As-Sunnah atau ( Hadist ) yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a. yaitu istri Nabi Muhammad SAW, ketika beliau ditanya tentang bagaimana bacaan Al-Quran dan sholat Rasulullah SAW, maka beliau menjawab: ”Ketahuilah bahwa Baginda Nabi muhammad S.A.W. Sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah S.A.W. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi).

A. Hukum Bacaan Tajwid (nun Mati atau Tanwin)

Gambar berikut ini merupakan contoh hukum nun mati. huruf yang diberi warna (merah : izhar halqi), (hijau : idgham), ( biru : ikhfa haqiqi), ( ungu : iqlab).

1. Pengertian Izhar Halqi (رإظها)
Disebut Izhar halqi apabila bertemu dgn salah satu huruf izhar maka cara melafazkan atau mengucapkannya harus jelas, apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf Halqi (tenggorokan) misalnya : alif atau hamzah(ء), ha’ (ح), kha’ (خ), ‘ain (ع), ghain (غ), dan ha’ (ﮬ). Izhar Halqi ini mempunyai arti dibaca jelas.
Contoh : نَارٌ حَامِيَةٌ

2. Idgham (امغدإ)
Idgham Bighunnah mempunyai arti (dilebur dengan disertai dengung) Yaitu memasukkan atau meleburkan salah satu huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam huruf sesudahnya dgn disertai (ber)dengung, jika bertemu dgn salah satu huruf empat ini yaitu: ن م و ي
Contoh: مُّمَدَّدَةٍ عَمَدٍ فِيْ

Idgham Bilaghunnah mempunyai arti (dilebur tanpa dengung) Yaitu memasukkan atau meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dgn salah satu huruf lam atau ra (ر، ل)
Contoh: لَمْ مَنْ
Pengecualian
Jika nun mati atau tanwin bertemu dgn keenam huruf idgam tersebut tetapi ditemukan di dlm satu kata, conohnya بُنْيَانٌ, اَدُّنْيَا, قِنْوَانٌ, dan صِنْوَانٌ, maka nun mati atau tanwin tersebut harus dibaca jelas.

3. Iqlab
Hukum bacaan ini terjadi apabila ada huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba’ (ب). Di dalam bacaan ini, bacaan nun mati atau tanwin berubah menjadi bunyi mim (م).
Contoh: لَيُنۢبَذَنَّ

4. Ikhfa’ haqiqi
Hukum bacaan ini apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dgn huruf-huruf seperti ta’(ت), tha’ (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), , fa’ (ف), qof (ق), dan kaf (ك), maka ia harus dibaca samar-samar (antara Izhar dan Idgham)
Contoh: نَقْعًا فَوَسَطْنَ

B. Hukum Bacaan Tajwid (mim mati)

Selain hukum nun mati dan tanwin adapula hukum bacaan tajwid lainnya dalam mempelajari dan membaca Al Quran yaitu Hukum mim mati, yang disebut hukum mim mati jika bertemu dgn huruf mim mati (مْ) yang bertemu dgn huruf hijaiyah tertentu. Berikut contoh ayatnya, yang diberi tanda warna (biru : ikhfa syafawi), ( merah : idgham mimi), (hijau : izhar syafawi).
Hukum Bacaan Tajwid (mim mati) memiliki 3 jenis, yaitu sebagai berikut :

1. Ikhfa Syafawi (ﺇﺧﻔﺎﺀ ﺷﻔﻮﻱ)

Apabila ada huruf mim mati (مْ) bertemu dgn huruf ba (ب), maka cara membacanya harus dengan cara samar-samar di bibir dan dibaca dgn didengungkan.
Contoh: (فَاحْكُم بَيْنَهُم) (تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ) (وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ)

2. Idgham Mimi ( إدغام ميمى)

Apabila ada huruf mim mati (مْ) bertemu dgn huruf mim (م), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib anda baca dengung. Idgham mimi disebut juga dgn idgham mislain atau mutamasilain.
Contoh : (أَم مَنْ) (كَمْ مِن فِئَةٍ)

3. Izhar Syafawi (ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻔﻮﻱ)

Apabila ada huruf mim mati (مْ) bertemu dgn salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya harus dgn jelas di bibir dan mulut anda tertutup.
Contoh: (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) (تَمْسُونَ)

C. Hukum bacaan Tajwid (mim dan nun tasydid)

Hukum bacaan mim dan nun tasydid disebut juga dgn wajib al-ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ) yang memiliki makna bahwa orang yang membacanya di wajibkan untuk mendengungkan bacaan. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. Hukum ini berlaku bagi setiap huruf mim dan nun yang memiliki tanda syadda atau bertasydid (ﻡّ dan نّ).
Contoh: ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ

D. Hukum Bacaan Tajwid (alif lam ma’rifah)

Hukum bacaan Alif lam ma’rifah yaitu apabila dua huruf yang di tambah pada akhir atau awal dari kata yang mempunyai arti nama atau isim. Ada dua jenis alif lam ma’rifah yaitu qamariah dan syamsiah.

– Alif lam qamariah yaitu lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah, seperti: ‘ain (ع), ghain (غ), alif/hamzah(ء), ba’ (ب), jim (ج), ha’ (ح), kha’ (خ), fa’ (ف), qaf (ق), kaf (ك), mim (م), wau (و), ha’ (ﮬ) dan ya’ (ي). Hukum alif lam qamariah diambil dari bahasa arab yaitu al qamar (ﺍﻟﻘﻤﺮ) yang artinya adalah bulan. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini adalah dibacakan secara jelas tanpa meleburkan bacaannya.

– Alif lam syamsiah yaitu lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah seperti: ta’ (ت), tha’ (ث), dal (د), dzal (ذ), ra’ (ر), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), lam (ل) dan nun (ن). Nama asy syamsiah diambil dari bahasa Arab (ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ) yang artinya adalah matahari. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini tidak dibacakan melainkan dileburkan kepada huruf setelahnya.

E. Hukum Bacaan Tajwid (idgham)

Hukum Idgham (ﺎﻡﻏﺩﺇ) adalah berpadu atau bercampur antara dua huruf atau memasukkan satu huruf ke dalam huruf yg lain. Oleh karena itu bacaan idgham harus dilafazkan dgn cara meleburkan suatu huruf kepada huruf setelahnya. Ada tiga jenis idgham yaitu:

– Idgham mutamathilain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ – yang serupa) adalah bertemunya antara dua huruf yg sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya) dal bertemu dal dan sebagainya. Hukumnya adalah wajib utk di idghamkan. Contoh: ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.

– Idgham mutaqaribain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻴﻦ – yang hampir) adalah bertemunya dua huruf yg sifat dan makhrajnya hampir sama, seperti ba’ bertemu mim, qaf bertemu kaf dan tha’ bertemu dzal. Contoh: ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ

– Idgham mutajanisain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﺠﺎﻧﺴﻴﻦ – yang sejenis) adalah bertemunya antara dua huruf yg sama makhrajnya akan tetapi tdk sama sifatnya seperti ta’ dan tha, lam dan ra’ serta dzal dan zha. Contoh: ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ

F. Hukum Bacaan Tajwid (mad)

Hukum bacaan Mad yg mempunyai arti yaitu melanjutkan atau melebihkan. Dari segi istilah Ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad. Terdapat dua bagian mad, yaitu mad asli dan mad far’i. Terdapat tiga huruf mad yaitu alif, wau, dan ya’ dan huruf tersebut haruslah berbaris mati atau saktah. Panjang pendeknya bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat.

G. Hukum Bacaan Tajwid (ra’)

Hukum ra’ adalah hukum bagaimana membunyikan huruf ra’ di dlm bacaan. Terdapat tiga cara yaitu kasar atau tebal, halus atau tipis, atau harus dikasarkan dan ditipiskan.

* Bacaan ra’ ini harus di kasarkan apabila:

  1. huruf ra’ yg mempunyai harakat atas atau fathah.Contoh: ﺭَﺑﱢﻨَﺎ
  2. huruf ra’ yg berbaris mati atau mempunyai harakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris atas atau fathah.Contoh: ﻭَﺍﻻَﺭْﺽ
  3. huruf Ra’ berbaris mati yg huruf sebelumnya berbaris bawah atau kasrah.Contoh: ٱﺭْﺟِﻌُﻮْﺍ
  4. huruf Ra’ berbaris mati dan sebelumnya huruf yg berbaris bawah atau kasrah tetapi ra’ tadi bertemu dgn huruf isti’la’.Contoh: ﻣِﺮْﺻَﺎﺪ
* Bacaan ra’ yg harus di tipiskan adalah apabila:

  1. huruf ra’ yg berbaris bawah atau kasrah.Contoh: ﺭِﺟَﺎﻝٌ
  2. huruf ra’ yg sebelumnya terdapat mad lainContoh: ﺧَﻴْﺮٌ
  3. huruf Ra’ mati yg sebelumnya juga huruf berbaris bawah atau kasrah tetapi tidak berjumpa dgn huruf isti’la’.Contoh: ﻓِﺮْﻋَﻮﻦَ

* Bacaan ra’ yg harus di kasarkan dan ditipiskan adalah apabila setiap ra’ yang berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah dan kemudian berjumpa dengan salah satu huruf isti’la’.
Contoh: ﻓِﺮْﻕ
Isti’la’ (ﺍﺳﺘﻌﻼ ﺀ): terdapat tujuh huruf yaitu kha’ (خ), sod (ص), dhad (ض), tha (ط), qaf (ق), dan zha (ظ).

H. Hukum Bacaan Tajwid (Qalqalah)

Hukum Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) yaitu bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul. Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf (ق), tha (ط), ba’ (ب), jim (ج), dan dal (د). Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:

– Qalqalah kecil yaitu jika salah satu dari huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adlh asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ

– Qalqalah besar yaitu jika salah satu dari huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dlm keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan di waqafkan tetapi tdk di qalqalahkan apabila bacaan diteruskan.
Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ

I. Waqaf (وقف)

Hukum bacaan Waqaf dari sudut bahasa mempunyai arti berhenti atau menahan, apabila dari sudut istilah tajwid mempunyai arti menghentikan bacaan sejenak dgn memutuskan suara di akhir perkataan utk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Terdapat empat jenis waqaf yaitu:

– ﺗﺂﻡّ (taamm) – waqaf sempurna yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yg di baca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak mempengaruhi arti dari bacaan tersebut karena tdk mempunyai kaitan dgn bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya.

– ﻛﺎﻒ (kaaf) – waqaf memadai yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tdk memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya.

– ﺣﺴﻦ (Hasan) – waqaf baik yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa mempengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dgn bacaan sesudahnya

– ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih) – waqaf buruk yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tdk sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus di hindari karena bacaan yg di waqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dgn bacaan yang lain.

Tanda-tanda waqaf lainnya :

1. Tanda mim ( مـ ) disebut juga dgn Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dgn tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dgn fungsi dan maksudnya;

2. tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.

3.tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun di perbolehkan juga utk tidak berhenti.

4. tanda zha ( ﻇ ) mempunyai makna lebih baik tidak berhenti

5. tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dgn Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tdk berhenti namun di perbolehkan berhenti saat darurat tanpa merubah maknanya. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dlm kata lain lebih di perbolehkan berhenti pada waqaf sad

6. tanda sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari “Al-washl Awlaa” yg mempunyai arti “wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik”, oleh karena itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik;

7. tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari “Qiila alayhil waqf” yg mempunyai makna “telah di nyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya”, oleh karena itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan

8. tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari “Qad yuushalu” yg mempunyai makna “kadang kala boleh diwasalkan”, oleh karena itu lebih baik berhenti walaupun kadang kala boleh diwasalkan

9. tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) mempunyai maksud berhenti! yaitu lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yg biasanya si pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti

10. tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dgn kata lain, si pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan

11. tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) mempunyai maksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas

12. tanda Laa ( ﻻ ) mempunyai maksud “Jangan berhenti!”. Tanda ini muncul kadang-kadang pada akhir maupun pertengahan ayat. Apabila tanda laa ( ﻻ ) muncul di pertengahan ayat, maka tidak di benarkan utk berhenti dan jika berada di akhir ayat, si pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak

13. tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari “Kadzaalik” yg mempunyai arti “serupa”. Dgn kata lain, arti dari waqaf ini serupa dgn waqaf yg sebelumnya muncul.

14. tanda bertitik tiga ( … …) yg disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta’anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.

Nah itulah sedikit hukum bacaan tajwid yang bisa saya sampaikan semoga anda dapat memahaminya, apabila kurang faham sebaiknya carilah kyai atau ustad yang dapat mengajarkan kepada anda lebih detailnya lagi tentang hukum bacaan tajwid. Berikut video membaca alquran yang baik dan benar.





















Sumber : www.duniahq.com/