Kamis, 04 Mei 2017

cara memilih Pondok Pesantren

Pondok Pesantren saat ini menjadi pilihan alternatif bagi orang tua untuk mendidik anaknya selama menempuh pendidikan jenjang SLTP dan SLTA. Bahkan tidak sedikit dari orang tua yang memondokkan anaknya sejak usia sekolah dasar (SD atau MI) sampai perguruan tinggi. Hal itu terjadi karena semakin meningkatnya kekhawatiran orang tua atas pengaruh buruk apabila menyekolahkan anak mereka di sekolah-sekolah formal non-pesantren. Kekhawatiran itu terkait dengan bebasnya pergaulan muda mudi, kualitas pendidikan yang hanya mengedepankan pada teori pelajaran semata tanpa dibarengi dengan penanaman dan pelatihan pendidikan akhlak mulia serta ramainya kenakalan remaja dalam berbagai bentuknya seperti tawuran antar-pelajar, perzinahan yang bebas antar siswa-siswi, geng motor, narkoba, dan lain-lain.

DAFTAR ISI
  1. Tujuan Mengirim Anak Ke Pesantren
  2. Cara Memilih Pesantren
  3. Empat Tipe Pesantren
    1. Pesantren Modern
    2. Pesantren Salaf
    3. Pesantren Kombinasi Salaf & Modern

Kekhawatiran itu dapat dimaklumi karena fakta-fakta begitu jelas digambarkan dan diberitakan oleh berbagai macam media: elektronik, audio visual (TV), radio, cetak, dll. Banyak pelajar wanita yang tidak perawan lagi saat masih sekolah di jenjang SLTP. Tidak sedikit pula dari mereka yang hamil di luar nikah. Belum lagi yang terjerat narkoba dan masuk rehabilitasi. Semua itu diperparah dengan disalahgunakannya teknologi komunikasi seperti handphone dan internet yang semakin mempermudah degradasi moral itu terjadi dan tumbuh berkembang dengan sangat pesat.

Di tengah kekacauan moral generasi muda saat ini, pesantren menjadi alternatif yang menyejukkan dan menjanjikan sebagai tempat yang aman bagi orang tua tidak hanya untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah formal seperti sekolah formal di luar pesantren, tetapi juga untuk belajar ilmu-ilmu agama dan--ini yang tak kalah penting--belajar pendidikan dan pelatihan akhlak mulia.


TUJUAN MENGIRIM ANAK KE PESANTREN

Ada banyak kelompok orang tua dengan aneka tujuan saat mengirimkan anak mereka untuk dididik di pesantren. Umumnya adalah sebagai berikut:

1. (a) Agar mendapat dua disiplin ilmu sekaligus yaitu pendidikan agama di samping pendidikan formal umum minimal tingkat SD/MI, SLTP (MTS/SMP) dan tingkat SLTA (MA, SMA, SMK). Menurut syariah Islam, orang tua wajib membekali anaknya dengan pendidikan agama dasar yang diperlukan untuk mengamalkan kewajiban agama. Apabila tidak, maka hukumnya berdosa. 
(b) Agar perilaku anak relatif lebih baik karena adanya sistem pendidikan budi pekerti (akhlakul karimah) yang dilakukan lebih intensif di ponpes dibanding di luar pesantren. Walaupun penekanan pada pendidikan akhlak atau kepribadian budi pekerti luhur berbeda dari satu pesantren ke pesantren lain, namun semua sepakat dan berusaha meningkatkan budi pekerti santrinya. Setidaknya itu dalam teori. Umumnya, pendidikan akhlak di pesantren salaf lebih intensif daripada pendidikan karakter di pondok modern. Oleh karena itu, orang tua yang paham betul perbedaan ini lebih cenderung memondokkan anaknya ke pesantren salaf.

Kalangan ini adalah kelompok mayoritas orang tua yang mengirim anaknya untuk dididik di pesantren. Ada banyak variasi dalam golongan ini tentang mana yang lebih penting antara ilmu agama dan pendidikan formal bagi anak. Yang jelas mereka sama-sama sepakat bahwa pendidikan agama adalah penting sepenting pendidikan umum. 

2. Sebagian orang tua mengirimkan anak ke pesantren karena anak terlibat dalam perilaku menyimpang di rumah atau sekolah seperti pergaulan bebas muda mudi, narkoba, geng motor, anak jalanan, dll. Tujuan utama kelompok ini adalah untuk menyembuhkan anak mereka. Tanpa itu mereka tidak akan pernah berfikir untuk mengirim anak ke pesantren. Golongan ini umumnya berasal dari kalagan non-santri. Orang tua mereka tidak pernah belajar agama di pesantren atau belajar ngaji di rumah. Mereka hanya berfikir bagaimana menyelamatkan anak mereka dari lingkungan yang buruk itu saja.

3. Agar anak belajar ilmu agama saja karena menganggap belajar ilmu umum itu tidak atau kurang penting. Kelompok ini juga berasal dari banyak kalangan antara lain: (a) kalangan orang tua yang berasal dari pesantren salaf; (b) kalangan orang tua atau calon santri sendiri yang merasa bosan dengan ilmu umum dan merasa sangat butuh ilmu agama.

Dari sejumlah kasus faktual di Ponpes Al-Khoirot, tidak sedikit dari santri yang hanya ingin belajar ilmu agama saja. Umumnya mereka berusia di atas 20 tahun dan sudah lulus SLTA atau bahkan sudah lulus Sarjana S1, tapi mereka merasa sangat kekurangan dalam ilmu agama dan merasa punya ilmu saja tidak membuat mereka bahagia. Akhirnya mereka memutuskan untuk belajar murni agama baik ilmu fikih, Quran, hadits, dan bahkan tahfidz (menghafal) Al-Quran.


CARA MEMILIH PESANTREN

Untuk memilih pesantren yang tepat ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Sesuaikan pesantren yang hendak dipilih dengan afiliasi kultural Anda. 
Artinya, (a) kalau Anda seorang yang secara kultural berlatarbelakang NU (suka tahlil, qunut, maulid Nabi, dll), maka carilah pesantren NU (Nahdlatul Ulama). (b) kalau anda seorang Muhammadiyah, maka pilihlah pesantren Muhammadiyah; (c) kalau anda seorang penganut Wahabi Salafi, maka pilihlah pesantren yang diasuh ustadz Wahabi Salafi; (b) kalau Anda dari kelompok minoritas seperti LDII, Wahidiyah, dll, maka carilah pesantren yang diasuh oleh mereka yang sesuai aliran ideologinya dengan anda.

Ini langkah pertama yang penting. Jangan sampai orang NU dikirim ke pesantren Wahabi dan sebaliknya. Karena kesalahan memilih pesantren itu akan berdampak pada konflik sosial antara anak anda dengan anda dan keluarga kelak.

2. Letak Geografis Pesantren. Kalau lokasi itu penting bagi Anda, maka petakan dulu pesantren yang lokasinya sesuai dengan keinginan Anda. Misalnya, sebagai orang Bogor, Anda ingin mencari pesantren di sekitar Bogor, maka carilah informasi tentang pesantren-pesantren yang ada di sekitar Bogor yang ideologi kulturalnya sesuai. Kalau lokasi tidak menjadi masalah, lewati panduan kedua ini.

3. Setelah ideologi dan afiliasi kultural serta lokasi suatu pesantren dianggap cocok, maka langkah ketiga adalah memilih pesantren yang program pendidikannya sesuai dengan tujuan Anda. 

Misalnya, kalau ingin anak anda belajar dan memperdalam agama saja, maka carilah pesantren salaf yang murni mengkaji keilmuan agama secara mendalam. Kalau ingin pesantren yang pendidikan formalnya maju, maka carilah pesantren modern. Kalau ingin mendapatkan kedua-duanya, maka carilah pesantren kombinasi antara salaf dan modern.

4. Kalau biaya yang mahal menjadi masalah, maka carilah pesantren yang biayanya relatif terjangkau kantong Anda. Kalau soal ini tidak jadi soal, lewatkan tip ini.

5. Untuk lebih memahami tentang karakter sebuah pesantren baik dari segi ideologi, biaya, maupun sistem pendidikannya (salaf, modern, kombinasi), maka kunjungi setiap website pesantren terkait dan pelajari visi misinya, sistemnya, biayanya, dll. Kalau situs atau websitenya kurang lengkap dalam memberikan informai yang diingkan, maka silahkan tanya langsung via telpon atau langsung datang ke pesantren yang bersangkutan dan minta ijin untuk tinggal beberapa hari guna melihat dengan mata kepala sendiri kenyataan di pesantren tersebut. Apabila cocok, maka anda dapat langsung daftar. Untuk sebagian pesantren, seperti ponpes Al-Khoirot, anda langsung dapat masuk dan menjadi santri aktif karena di Al-Khoirot semua peminat akan langsung diterima tanpa ada sistem seleksi lebih dulu.

Akhirnya, semoga Anda dapat menemukan pesantren yang sesuai dengan harapan Anda dan keluarga. 







































































sumber : http://www.alkhoirot.net/

Cara Merawat Kuku


Cara Merawat kuku Secara Alami Agar Terlihat Cantik

Kuku adalah bagian tubuh binatang yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Kuku adalah bagian dari tulang bukan protein. 

Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit. 

Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh.

Perawatan kuku ini bisa juga dilakukan dengan cara yang alami tanpa perlu mengeluarkan banyak uang. Pasalnya, bahan bahan yang dibutuhkan juga banyak tersedia di sekitar Anda. 

Kuku yang sehat biasanya lebih kuat dan tentunya tidak mudah mengelupas, gunakan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar kita. Diantaranya : 
  1. Blimbing Wuluh. Bermanfaat untuk membersihkan kotoran di sela-sela kuku dan kulit luar sekaligus menguatkan kuku. Caranya sukup dengan menggosokkan potongan blimbing wuluh pada kuku yang mau dibersihkan, setelah bilas dengan air bersih.
  2. Perbanyak minum air putih. Salah satu cara mudah untuk memperindah dan menguatkan kuku dari dalam adalah dengan memperbanyak minum air putih. Konsumsi air putih membantu agar Kuku tidak kering.
  3. Minum susu dan konsumsi makanan yang mengandung kalsium. manfaatnya untuk memperkuat kuku. Seperti Makanan yang terbuat dari susu dan keju, Ikan pari dan ikan sarden, kacang-kacangan dan biji-bijian, Sayuran seperti Brokoli, kangkung, bayam dsb, Buah seperti apel merah, strawbery, pepaya, nanas, mangga, alpukat, anggur, manggis dsb.
  4. Lidah buaya. Lidah buaya memiliki banyak manfaat. Selain untuk merawat rambut, ternyata juga bisa untuk merawat kuku. Caranya, bersihkan lidah buaya dan oleskan secara merata pada kuku. Lakukan perawatan ini secara rutin, maka kuku akan terlihat lebih cantik dan bening.
  5. Getah Pepaya. Bagus sekali untuk membersihkan kulit di luar kuku agar tidak mudah pecah dan mengelupas.
  6. Lemon (jeruk nipis). Untuk mengembalikan kuku yang kuning. Caranya, siapkan perasan lemon, dan campurkan satu sendok perasan lemon dengan pasta gigi (disarankan pasta gigi untuk memutihkan gigi). Aduk rata, kemudian oleskan pada kuku . Tunggu hingga kering. Setelah itu basuh kuku dengan air hangat. Lakukanlah secara teratur minimal sepekan sekali, maka kita akan mendapatkan kuku dengan warna yang normal.
  7. Bawang putih. Mengandung zat yang sangat berguna untuk menguatkan kuku. Caranya, parut bawang putih hingga halus, kemudian oleskan pada kuku . Tunggu beberapa menit, setelah itu bersihkan kuku . Bisa juga dengan langsung menggosokkan bawang putih pada kuku Anda. Lakukanlah secara rutin, maka kuku Anda akan semakin kuat dan tidak rapuh.
  8. Campuran madu, telur, dan minyak zaitun . Manfaatnya adalah untuk melembabkan dan melembutkan kuku. Kita yang memiliki kuku yang kering dan kurang nutrisi, gunakan tip ini. Caranya, campurkan dua sendok makan madu dan minyak zaitun dalam panci. Panaskan dan aduk hingga tercampur rata, kemudian siapkan kocokan telur. Campurkan adonan madu dan minyak zaitun dengan kocokan telur, oleskan pada kuku secara merata dan tunggu 10 – 15 menit, kemudian bersihkan kuku Anda.


































































































Manfaat Belajar di Pondok Pesantren


Sistem pendidikan mondok atau asrama sudah ada sejak zaman dahulu, ketika kita melirik pada sejarah tentang sistem pendidikan pada masa lampau banyak ditemukan peninggalan-peninggalan asrama atau gedung-gedung belajar yang difasilitasi penginapan untuk  para siswa.


 Manfaat Belajar di Pondok di Pesantren

 Manfaat Belajar di Pondok di Pesantren
Ada banyak jenis pendidikan yang memakai sistem asrama tergantung lembaga pendidikannya. seperti asrama militer, asrama bidan atau asrama jenis siswa lainnya.

Dalam artikel ini kita membahas tentang Hikmah dan Manfaat Anak Mondok di Pesantren, disini kami merangkum berbagai tanggapan dan pengakuan para siswa, orang tua dan para guru yang berada pada ruang lingkup pendidikan asrama.

Terjaga dari pengaruh buruk lingkungan bebas
Hal ini sudah pasti, anak yang tinggal di asrama atau pondok pesantren lingkungan belajarnya dibatasi dan ada skat-skat tertentu, bahkan dalam lingkungan itupun terkadang ada zona terlarang. terpisah lagi antara komplek putra dan putri. ini adalah salah satu bukti bahwa lingkungan pondok pesantren itu terjaga dari pengaruh yang dapat merusak pola fikir siswa.

Pembangunan Karakter
Bukan berarti di sekolah biasa tidak ada pembentukan karakter siswa, namun pada lingkungan pondok atau asrama pembangunan dan pembentukan karakter lebih cepat karena organisasi kependidikannya selalu ON, pembinaan terus menerus berjalan bukan hanya di dalam kelas tapi juga diluar kelas.

Kemandirian sangat terlihat di Pondok di Pesantren, mencuci pakaian, kegiatan teratur dan memepersiapakan segala sesuatu dengan telaten. disini juga dibina hidup sederhana. 

Ibadah terjaga
Ini sudah dapat dipastikan, dalam lingkungan pondok pesantren shalat lima waktu dan ibadah sunnah lainnya berjalan dan terprogram dengan baik. dibina dan didik ilmu agama secara bertahap sehingga mampu menguasai ilmu tersebut dengan baik.

Cerdas dan Jenius
Ini merupakan cetusan bagi pesantren yang bercorak pendidikan modern, santri atau siswa disini tidak hanya dididik untuk menguasai ilmu agama, atapi juga diupayakan pembinaan ilmu lainya agar bisa bersaing dengan siswa-siswa nasional umumnya.

Tidak jarang kita temukan anak pondok pesantren mahir berbahasa inggris dan bahasa asing lainnya dan mereka juga mampu memenangkan olimpiade tingkat nasional dan lain-lain.

Beberapa poin diatas adalah  Manfaat Belajar di Pondok di Pesantren dan masih banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan sesuai jenis pesantrennya. namun ada kontra dari masyarakat tentang anak pesantren, kenapa ana pesantren kerap melakukan tindakan kriminal atau melanggar hukum agama dan lain-lain.

Perlu kita ketahui bahwa presepsi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya  di Pondok di Pesantren sudah keliru, anak bandel atau anak yang nakal diserahkan ke pesantren berharap bisa dibina. pada hakikatnya tidak semua berhasil. apalagi siswa atau santrinya tidak sampai menyelesaikan pendidikan sampai tamat. 

Demikian sedikit penjelasan tentang Manfaat Belajar di Pondok di Pesantren semoga bermmanfaat dan bisa menjadi rujukan.